YESUS
UNTUK ORANG-ORANG DISIBILITAS
(YOHANES
9:1-12)
Tema khotbah minggu ini adalah Yesus untuk
orang-orang disibilitas. Apa itu disibilitas? Disibilitas adalah orang yang
hidup dengan: Keterbatasan fisik untuk melihat atau buta (tuna netra), dalam
hal mendengar atau tuli (tuna rungu) dan dalam hal bicara (tuna wicara). Dalam
hal brjalan atau lumpuh; Dalam hal keterbatasan intkielektual seperti kesulitan
berpikir, belajar dan menyelesaikan masalah. Teks bacaan ini bicara tentang
tindakan Yesus menyembuhkan seorang disibilitas yakni seorang yang buta atau
tuna netra. Alkitab memberi kesaksian saat Yesus bersama para murid
meninggalkan Bait Allah dan melewati jalan-jalan di Yerusalem, Yesus melihat seorang pria yang
buta sejak lahir. Para murid bertanya apakah kebutaan itu karena dosa orang
tersebut atau orang tuanya (ay 1-2);
Dalam pandangan Ibrani (Yahudi) kuno, orang cacat terutama orang buta
dianggap memiliki karakter yang hina atau dosa. Maka kebutaan dilihat sebagai
akibat kutuk Allah atas dosa, baik pada diri orang yang buta maupun orang
tuanya (Band. ay 24-25).
Terkait pertanyaan para murid, Yesus beri
jawaban tegas: Penderitaan tidak selamanya terkait dengan dosa seseorang.
Artinya, tidak semua penderitaan terjadi dalam hidup manusia adalah akibat dari
hukuman Allah atas dosa manusia. Bagi Yesus, keadaan pria itu memang
menyedihkan. Tapi, hal itu memberi kesempatan bagi Yesus untuk menyatakaan
pekerjaan Allah yakni kuasa dan kemuliaan Allah di tengah dunia ini. Lalu Yesus
membuat lumpur dari tanah dengan ludah-Nya dan mengoleskannya pada mata orang
itu. Yesus menyuruh orang buta itu pergi ke Kolam Siloam untuk membasuh
matanya. Seketika setelah membasuh matanya, orang itu dapat melihat. Ada pesan
kuat yang Yesus hendak nyatakan bagi kita melalui kisah ini: Pertama, Yesus
datang ke dalam dunia untuk pekerjaan Allah yang menyelamatkan bukan untuk
menghakimi dan membinasakan masa lalu seseorang. Tugas kita adalah mnjadi
saudara bagi kaum disibilitas dan penderita lainnya dengan cara hadir dalam
hidupnya, doakan, kuatkan dan hiburkan agar tabah jalani hidup dalam Iman dan
harapan kepada Yesus. Ingat, Tidak semua penderitaan terjadi karena dosa dan
hukuman Allah atas dosa.
Kedua, Dalam segala keadaan hidup, Belajarlah
untuk percaya kepada Yesus. Iman kepada Yesus, kunci kita disembuhkan dari
derita. Iman dan harapan pada Yesus juga kunci kita tabah dan tetap
berpengharapan jalani hidup yang penuh derita. Kita dapat ber-Iman dan berharap
pada Yesus, bukan saja ketika kita kuat dan sehat tapi juga di kala kita sakit
dan tak berdaya. Tiga, Jangan lupa diri sebagai orang-orang yang dikasihani dan
ditolong oleh Yesus. Keberanian Iman si buta yang berdiri bersaksi tentang
kasih dan kebaikan Yesus yang menolong dan menyelamatkan dapat jadi teladan
Iman bagi kita selaku orang percaya yang hidup di zaman ini. Tuhan menolong
hidup kita supaya kita makin kenal dengan Dia dan bersaksi tentang Dia sebagai
TERANG DUNIA yang memulihkan dan membawa kelepasan dalam hidup. Maka apapun
kebaikan dan kasih yang kita alami dalam Yesus, apakah karena pemulihan dari
sakit atau keluputan dari mara bahaya lainnya, bersaksilah: akulah ini yang
disembuhkan dan diluputkan Tuhan oleh belas-kasihan-Nya.
Atau, bila hidupmu dalam derita dan engkau
tak kunjung sembuh, bila Tuhan masih beri-mu hidup, dan ketabahan jalani hidup
dengan suami/istri dan anak-anak terkasih di sekelilingmu, bersaksilah akan
kasih dan kebaikan Tuhan. Mungkin dalam derita kita berdoa seperti Paulus agar
bisa sembuh dari derita dan tak kunjung sembuh.
Jawaban Tuhan bagi Paulus adalah jawaban Tuhan bagi dirimu: "Cukuplah
Kasih Karunia-Ku Bagimu, Sebab Justru Dalam Kelemahanlah Kuasa-Ku Menjadi
Sempurna" berpusat II Korintus 12:9-10). Bahwa sesunggunya, Allah dalam
Yesus, Kuasa Allah dapat bekerja secara penuh justeru dalam kelemahanku sebagai
manusia yang menderita, dengan menolongku melewati setiap penderitaan dan
tantangan hidup. Itulah tugasmu melayani
pekerjaan Tuhan selagi masih ada siang. Tiap orang Kristen dapat menceritakan
kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidup, entah itu dalam kedaan sehatnya maupun
dalam keadaan sakitnya. Karena waktu untuk bekerja akan berakhir bila malam
(kematian) tiba.
SOLI DEO GLORIA
Berikan Komentar